Ada satu kebiasaan orang Indonesia yang mungkin sama-sama kita punya. Mau makan apa pun, rasanya kurang lengkap kalau tidak ada sambal. Lauknya sederhana sekalipun, yang penting ada sambal.
Nasi hangat, telur dadar, ditambah sambal… sudah terasa mewah. Kamu juga begitu, kan?
Karena itu banyak orang akhirnya memilih bikin sambal sendiri di rumah.
Bukan cuma soal hemat, tapi juga karena sambal buatan sendiri biasanya pas dengan selera. Pedasnya bisa diatur, garamnya sesuai, dan aromanya juga beda.
Masalahnya tinggal satu, sambal buatan sendiri sering tidak awet. Baru dua hari di kulkas, rasanya sudah berubah, bahkan kadang muncul bau asam.
Menyebalkan juga kalau sudah capek ngulek, eh cepat basi. Iya, nggak?
Sebenarnya ada beberapa hal sederhana yang bisa bikin sambal lebih tahan lama. Tidak ribet, tidak pakai bahan aneh-aneh, cuma soal kebiasaan saat memasak dan menyimpannya saja.
Yuk, kita kupas bersama!
Perhatikan Bahan yang Dipakai
Sebelum bicara teknik, lihat dulu bahan dasarnya. Banyak orang asal pakai cabai sisa di kulkas, padahal sudah sedikit keriput atau ada bagian yang hampir busuk.
Nah, bagian itu sering jadi penyebab sambal cepat asam. Cabai yang sudah terlalu tua biasanya kualitasnya sudah turun. Sebaiknya pilih cabai yang masih segar, kulitnya kencang, tidak lembek.
Tomat juga begitu. Kalau tomat sudah terlalu lunak, biasanya kadar airnya tinggi dan cepat membuat sambal berair. Bawang pun sama, kalau sudah bertunas sebaiknya disisihkan saja.
Setelah dipilih, jangan malas mencuci. Cuci benar-benar bersih, lalu tiriskan sampai tidak terlalu basah. Ada juga yang merendam cabai dengan air garam sebentar. Tujuannya untuk membersihkan dan mengurangi kotoran.
Jangan Cuma Diulek, tapi Dimasak Sampai Matang
Ini poin penting yang sering dilewatkan.
Sambal mentah memang rasanya segar, apalagi kalau baru diulek. Namun kalau niatmu menyimpan sambal beberapa hari, sambal mentah biasanya tidak bertahan lama. Cepat asam, kadang berubah warna.
Setelah cabai, tomat, dan bawang dihaluskan, sebaiknya ditumis. Panaskan minyak, lalu masak sambal sampai harum dan agak mengering.
Jangan terburu-buru mematikan api hanya karena sudah wangi. Biarkan sebentar sampai benar-benar matang. Semakin matang, biasanya sambal semakin awet. Percaya, deh!
Selain itu, proses memasak ini membantu mengurangi kadar air. Air berlebih sering jadi sumber masalah.
Minyak Jadi Pelindung Alami
Kalau kamu pernah melihat sambal buatan ibu atau nenek yang disimpan lama, biasanya ada minyak yang mengapung di bagian atas. Itu bukan kebetulan.
Minyak panas yang menutup permukaan sambal bisa menjadi “pelindung” dari udara luar. Dengan cara itu, sambal tidak cepat teroksidasi.
Caranya simpel. Setelah sambal matang, biarkan minyaknya tidak dibuang. Ketika disimpan dalam wadah, usahakan ada lapisan minyak tipis di bagian atas. Tidak perlu terlalu banyak, yang penting menutup permukaan.
Trik sederhana, tapi cukup efektif, lho.
Wadah Bersih Itu Penting!
Kadang masalah bukan di sambalnya, tetapi di wadahnya. Wadah yang masih basah, kurang bersih, atau sering dipakai bergantian bisa membuat sambal cepat berjamur.
Kalau bisa, gunakan wadah kaca atau container yang benar-benar kering dan tertutup rapat.
Satu lagi kebiasaan kecil yang sering bikin sambal cepat basi, yaitu mengambil sambal dengan sendok yang sudah dipakai makan. Masih ada sisa nasi atau kuah, lalu masuk ke sambal. Di sini bakteri mulai bekerja.
Makanya, biasakan ambil sambal pakai sendok bersih dan kering.
Simpan di Kulkas, Jangan Ditinggal di Meja Dapur
Kalau sambal sudah jadi dan tidak habis dimakan hari itu, sebaiknya langsung masuk kulkas. Jangan dibiarkan berjam-jam di suhu ruang, apalagi kalau udara di rumah lembap.
Di kulkas, sambal bisa bertahan sekitar lima sampai tujuh hari, tergantung bahan dan cara memasaknya.
Kalau ingin lebih lama, sambal bisa dibagi beberapa porsi kecil lalu disimpan di freezer.
Jadi saat ingin makan, kamu cukup ambil satu porsi, tidak perlu mencairkan semuanya. Lebih praktis, kan?
Sambal Rumahan yang Awet Itu Tidak Mustahil
Intinya, membuat sambal rumahan yang awet di kulkas itu bukan hal yang rumit.
Kuncinya ada di bahan yang segar, cara memasak yang benar-benar matang, wadah yang bersih, dan penyimpanan yang rapi. Selebihnya tinggal dibiasakan saja. Lama-lama jadi refleks sendiri.
Suka masak atau ingin mencari ide makanan rumahan, resep tradisional, atau inspirasi sederhana untuk dapur sehari-hari?
Kamu bisa main ke kitchenportrait.com. Banyak resep dan tips dapur yang bisa kamu coba sendiri di rumah. Siapa tahu, dari situ kamu jadi makin betah bereksperimen di dapur.
