Thu. Jan 15th, 2026

Banyak orang yang baru memulai diet sering langsung mencari menu dari luar negeri. Entah salad, yogurt, roti gandum, atau smoothie bowl warna-warni.

Lama-kelamaan muncul pertanyaan, apakah harus selalu begitu? Bukankah sejak kecil kita sudah terbiasa dengan makanan rumahan yang sebenarnya tidak kalah sehat?

Menariknya, semakin banyak orang menyadari bahwa makanan tradisional Indonesia justru punya potensi besar sebagai makanan diet. Asalkan cara memasaknya tepat.

Indonesia kaya sayur, umbi, rempah, dan sumber protein nabati.

Banyak di antaranya sudah ada di meja makan keluarga sejak lama, hanya saja kita tidak melihatnya sebagai “makanan diet”. Mari kita lihat 7 contohnya!

1. Gado-Gado

Gado-gado bukan sekadar sayur dengan saus kacang.

Hidangan ini sesungguhnya contoh sederhana bagaimana orang Indonesia memadukan berbagai jenis sayuran dalam satu piring. Mulai dari kangkung, kol, tauge, timun, kentang, hingga tahu dan tempe.

Seratnya tinggi, dan kombinasi karbohidrat serta protein nabati membuat perut kenyang lebih lama.

Yang sering membuatnya dianggap “tidak diet-friendly” adalah bumbu kacangnya.

Padahal, jika gula dikurangi dan porsinya tidak berlebihan, gado-gado bisa menjadi menu diet yang realistis. Rasanya tetap lezat, tidak membuat stres, dan mudah ditemukan di mana saja.

2. Pecel

Pecel identik dengan makanan pinggir jalan. Namun, di balik tampilannya, ia menyimpan keunggulan. Yaitu, sayuran rebus dalam jumlah banyak!

Bayam, kacang panjang, kenikir, serta tauge memberikan asupan serat yang membantu mengontrol nafsu makan.

Beberapa orang yang sedang diet bahkan memilih memperbanyak sayurnya dan mengurangi nasi. Hasilnya, perut tetap terasa penuh tanpa harus makan dalam porsi besar.

Kembali lagi, bumbu kacang tidak perlu terlalu manis dan hindari terlalu banyak kerupuk. Di situlah letak perbedaan kecil yang menentukan.

3. Sayur Asem

Jika ada makanan tradisional yang seimbang dari segi komposisi kalori, sayur asem adalah salah satunya.

Kuahnya bening, tidak bersantan, dan isinya penuh sayur seperti labu siam, jagung, kacang panjang, hingga daun melinjo. Rasanya ringan tetapi tidak hambar, apalagi bila disantap saat masih hangat.

Mereka yang sedang diet sering bermasalah dengan makanan bersantan karena membuat cepat enek.

Sayur asem menjadi alternatif yang menyenangkan, lho. Tidak membebani perut, sekaligus memberi rasa puas setelah makan.

4. Pepes Tahu dan Pepes Ikan

Sebelum istilah “no oil cooking” populer, dapur Indonesia sudah lama mengenal pepes.

Makanan dibungkus daun pisang, diberi rempah, lalu dikukus atau dipanggang tanpa minyak. Hasilnya adalah lauk rendah lemak dengan aroma khas yang tidak bisa digantikan.

Pepes tahu cocok untuk yang mengurangi produk hewani, sedangkan pepes ikan memberi asupan protein tanpa lemak berlebih.

Rempah seperti kunyit, kemangi, dan serai bukan hanya memberi rasa, tetapi juga menambah sensasi segar saat disantap.

5. Urap

Sebagian orang langsung khawatir ketika mendengar kata “kelapa”.

Memang benar kelapa mengandung lemak. Namun dalam porsi wajar, tetap bisa masuk ke menu diet, kok.

Urap memadukan sayuran kukus dengan kelapa berbumbu, menghasilkan rasa gurih yang tidak membosankan.

Jika takaran kelapanya seimbang, urap justru membantu menghindari kebiasaan makan berlebihan karena rasa gurihnya membuat cepat puas.

6. Tahu dan Tempe

Tahu dan tempe mungkin terlihat sangat biasa. Justru dari bahan yang sederhana inilah banyak orang berhasil menjalani diet tanpa merasa terbebani.

Tempe kaya protein dan serat, sementara tahu rendah kalori dan mudah diolah ke berbagai bentuk masakan.

Masalah baru muncul ketika keduanya digoreng hingga garing dengan banyak minyak.

Bila dikukus, ditumis ringan, atau dipepes, tahu dan tempe berubah menjadi lauk diet yang ramah kantong serta tidak rumit disiapkan setiap hari.

7. Sup/Sayur Bening

Sup bening sering disajikan ketika seseorang kurang sehat, tetapi sebenarnya cocok juga untuk mereka yang sedang diet.

Kuahnya lite, isiannya pun beragam. Bisa berupa wortel, kentang, kol, ayam tanpa kulit, dan tahu. Tentunya, masakan ini juga turut memberikan rasa hangat yang membuat tubuh nyaman.

Tidak Perlu Masakan Rumit untuk Diet

Tanpa disadari, makanan tradisional Indonesia sudah lama mengajarkan pola makan seimbang.

Sayuran segar, lauk sederhana, rempah alami, dan teknik memasak rendah minyak bukanlah hal baru. Kita hanya perlu melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Diet tidak harus jauh dari dapur rumah. Ia bisa dimulai dari makanan yang sudah akrab sejak kecil.

Jika ingin mengeksplorasi resep, inspirasi menu sehat, makanan tradisional, hingga ide vegetarian dan diet lainnya, kamu bisa menemukan banyak referensi menarik di kitchenportrait.com.

Silakan jelajahi, bandingkan, dan kreasikan sesuai selera!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *